|
CERITA - CERITA SINGKAT RELIEF - RELIEF
Sejumlah bangunan purbakala di Jawa Timur dindingnya berpahatkan
relief-relief cerita dalam kombinasi berbagai ragam hias yang
indah dan menarik. Relief-relief tersebut dipahatkan pada
bangunan-bangunan yang dibuat dari bahan batu keras dan juga
dipahatkan pada bangunan-bangunan yang di buat dari bahan
bata merah walaupun jumlahnya tidak terlalu banyak.
Pada umumnya relief-relief gaya Jawa Timur berbentuk agak
pipih (gepeng) seperti wayang, berbeda dengan relief-relief
gaya Jawa Tengah yang berbentuk naturalis atau realistik dalam
arti mendekati bentuk model yang sebenarnya. Dengan melalui
visualisasi relief-relief ininenek moyang kita atau seniman
ingin menyampaikan informasi atau pesan kepada masyarakat.
Informasi atau pesan tersebut dapat berupa cerita yang didalamnya
terkandung tentang ajaran-ajaran agama, tentang kepahlawanan,
tentang cinta kasih dan sebagainya.
Juga berupa tutur yakni dongengan yang bersifat mendidik.
Dan tidak mustahil bila di antara sekian banyak relief ada
yang menggambarkan semacam protes sosial yang terjadi pada
zamannya. Studi tentang relief memang menarik sebab dari sinilah
kita dapat melihat gambaran sebagian dari kejadian-kejadian
yang terjadi di masa lalu, tentang kehidupan masyarakat sehari-hari,
tentang model-model bangunan, tentang berbagai pola ragam
hias, tentang filsafat dan kepercayaan nenek moyang pada waktu
itu. Untuk pembacaan suatu adegan dalam relief dapat mengikuti
arah jarum jam yang juga di sebut pradaksina dan juga dapat
kebalikannnya yakni berlawanan dengan arah jarum jam yang
di sebut prasawnya. Jadi ada yang berurutan dari kiri ke kanan
atau sebaliknya. Di komplek percandian penataran relief-relief
yang terdapat di dinding-dinding pendopo teras pada bidang
atau panil-panil tertentu di bagian atasnya terdapat tulisan
singkat dalam huruf jawa kuno yang diduga merupakan petunjuk
bagi para pemahat cerita apa yang harus digambarkan. Beberapa
tulisan singkat yang telah berhasil dibaca memang sesuai dengan
adegan yang dilukiskan dalam relief tersebut. Tulisan-tulisan
singkat seperti ini juga terdapat di candi Borobudur. Adapun
relief-relief di komplek percandian Penataran yang telah diketahui
jalan ceritanya seperti di bawah ini.
- Sang Setyawan
- Sri Tanjung
- Bubuksah - Gagang Aking
- Ramayana (Hanoman Duto)
- Kresnayana
- Pemburu yang tertipu
- Kura-kura yang sombong
- Lembu dan Buaya
oooOO-0-OOooo
|