|
Candi Induk
Bangunan Candi Induk sebagaimana telah diuraikan dimuka adalah
satu-satunya bangunan candi yang paling besar diantara bangunan-bangunan
kekunaan yang terdapat di halaman komplek percandian. Lokasi
bangunan terletak dibagian yang paling belakang yakni bagian
yang dianggap suci. Bangunan Candi Induk terdiri dari tiga
teras bersusun dengan tinggi seluruhnya 7,19 meter.
Teras pertama berbentuk empat persegi dengan diameter 30,06
meter untuk arah timur barat. Pada keempat sisinya kira-kira
di bagian tengah masing-masing dinding terdapat bagian yang
menjorok keluar sekitar 3 meteran. Pada teras pertama dinding
sisi barat terdapat dua buah tangga naik yang berupa undak-undakan.
Teras kedua bentuknya berbeda dengan teras pertama bagian-bagian
yang menjorok bukan ke luar tetapi ke dalam untuk ukuran yang
lebih kecil. Adanya perbedaan ukuran antara teras pertama
dan teras kedua menyebabkan terjadinya halaman kosong di lantai
teras pertama sehingga orang dapat berjalan-jalan mengelilingi
bangunan sambil menyaksikan adegan-adegan yang digambarkan
dalam relief. Tempat kosong ini namanya selasar. Pada teras
kedua terdapat sebuah tangga naik yang letaknya hampir di
tengah-tengah dinding, tangga naik bersambung dengan tangga
yang berada di teras ketiga.
Teras ketiga bentuknya hampir bujur sangkar, dinding-dindingnya
berpahatkan arca singa bersayap dan naga bersayap. Naga bersayap
kepalanya sedikit mendongak ke depan sedangkan singa bersayap
kaki belakangnya dakam posisi berjongkok dan kaki depannya
diangkat keatas. Pahatan-pahatan pada dinding teras ketiga
selain untuk mengisi bidang yang kosong juga menjadi pilaster
bangunan. Yang menarik dari lantai teras ketiga ini adalah
sewaktu diadakan pembukaan lantai dalam rangka pemugaran ternyata
bagian tengah lantai teras terbuat dari bata merah. Nampak
jelas denah bangunan yang berbentuk persegi empat dengan bagian-bagian
yang menjorok ke depan. Berdasarkan data-data tersebut timbul
dugaan bahwa bangunan asli Candi Penataran dibuat dari batu
merah. Dalam kurun waktu berikutnya diperluas dengan menutupinya
memakai batu andesit. Perluasan itu terjadi pada jaman Majapahit.
Apakah bangunan yang lama yang dibuat dari bahan bata merah
ini yang dimaksudkan dalam prasasti Palah kiranya perlu penelitian
lebih lanjut di masa yang akan datang.
Dengan sampainya di lantai teras ketiga candi induk sampailah
kita pada dasar kaki candi. Disinilah seharusnya berdiri tubuh
candi. Sebagian dari tubuh candi induk ini telah di susun
dalam susunan percobaan di lapangan percandian. Karena bagian-bagian
percandian belum dapat di temukan semuanya maka sampai saat
ini bangunan tubuh candi induk belumdapat diselesaikan.
Pada masing-masing sisi kedua tangga naik ke teras pertama
terdapat arca dwarapala, pada alas arca terdapat tahun angka
1269 Saka atau 1347 Masehi. Di bagian arca dwaraphala ini
terdapat relief cerita, relief-relief cerita juga terdapat
pada dindingdinding teras pertama dan kedua bangunan candi
induk yang nanti akan diceritakan tersendiri.
oooOO-0-OOooo
|